oleh

Tagih Sesuka Hati, Warga Desa Golo Pertanyakan Biaya Connect Listrik yang Diminta Petugas PLN Pagal

Ruteng, Diantimur.com – Kinerja para petugas Pembangkit Listrik Negara (PLN) UPL Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, ranting Cibal-Pagal disesalkan warga Kampung Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal.

Pasalnya, persoalan arus listrik yang tidak stabil bahkan mati total dialami pelanggan di wilayah tersebut diduga jadi ladang penipuan para oknum petugas PLN perihal tagihan biaya persambungan kabel dengan menggunakan connector.

Parahnya lagi, istilah connector yang disebut-sebut para petugas itu tidak dipahami warga (pelanggan) hingga para oknum petugas meminta biaya sesuka hatinya kepada pelanggan.

“Mulanya pada Rabu (23/3) lalu, kondisi arus listrik di rumah kami sepertinya mengalami gangguan. Kami perhatikan listrik di rumah warga tetangga yang lain kondisinya normal-normal saja. Tak lama kemudian, arus listrik itu pun mati total. Besoknya, Kamis (24/3) kami menghubungi petugas PLN di Pagal untuk meminta bantuan atasi masalah itu. Munculah petugas bernama Kristoforus Damar bersama seorang temannya untuk memperbaiki masalah listrik tersebut,” kata BN, seorang warga yang merupakan pelanggan asal kampung Golo, dalam keterangannya yang diperoleh media, Senin (28/3) pagi.

Lantas, saat diperbaiki para petugas itu, lanjut BN, ditemukan bahwa yang menjadi penyebab masalah atas kondisi arus tidak stabil itu adalah connector.

“Nah, satu connector yang mereka ganti biayanya sebesar Rp150.000. Yang kami tahu, harga connector hanya 50 ribu per pasang, tidak mungkin sebesar biaya yang diminta itu,” kata BN.


Saat ditanya lebih jauh perihal biaya connector tersebut, lanjut BN, Kristo kemudian mengaku bahwa harga sebenarnya Rp80.000, bukan lagi Rp150.000.


“Setelah mengaku harga Rp150.000 belakangan dia (Kristoforus.red) mengaku lagi bahwa harganya hanya Rp80.000, selebihnya uang itu biaya transportasi (bensin) mereka. Disitulah kami menduga bahwa mereka sengaja menipu kami. Akhirnya kami dari 3 rumah pemilik meteran yang alami masalah serupa terpaksa mengumpulkan uang masing-masing Rp50.000 untuk diberikan kepada mereka,” ujar BN.


Meski demikian, lanjut BN, beberapa hari berselang usai diperbaiki, kondisi saluran listrik ke rumah miliknya hingga kini mengalami mati total.

“Sekarang listrik di rumah kami sudah mati total pak. Saya sudah kembali menghubungi petugas itu melalui pesan WhatApp, mereka menjawab dengan menyuruh saya bahwa jika ada waktu saya harus membeli connector itu,” ungkap BN.

Atas kondisi itu, BN meminta kepada pihak terkait agar memberi tindakan tegas terhadap petugas bersangkutan yang terkesan menyulitkan para pelanggan.

“Saya merasa dipersulitkan pak. Minta tolong kepada pihak PLN Ruteng untuk segera mengatasi persoalan ini, kalau perlu para oknum petugas itu diberikan sanksi tegas apabila hal yang mereka lakukan tidak sesuai prosedur,” tukasnya.


BN juga meminta agar pihak PLN segera menelusuri masalah listrik di rumah miliknya yang hingga saat ini masih dalam keadaan mati total.

Terpisah, Muhamad, kepala PLN UPL Ruteng saat dikonfirmasi media perihal keluhan warga tersebut mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut dengan memanggil para petugas bersangkutan.

“Baik pak, terimksih atas informasinya, kami akan panggil dan tindaklanjuti keluhan tersebut,” ujar Muhamad, via WhatsApp, Senin (28/3) pagi.

Saat ditanya perihal permintaan petugas kepada pelanggan untuk membeli connect yang dimaksud, Muhamad, menginformasikan agar para pelanggan yang bersangkutan menunggu para petugas datang ke rumahnya.

“Ok pak, biar pelanggan tunggu dirumah saja, tunggu info dari kami pak,” cetus Muhamad.

Komentar